Selasa, 27 Maret 2012

CARA MEMBUAT LUKISAN CAT AIR

Suka melukis ?.......cobalah berkreasi dengan media cat air. Saya menyukai lukisan cat air karena kesan jernih dan transparan yang ditimbulkannya sehingga terasa lebih segar.

Untuk menghasilkan sebuah lukisan cat air yang 'lebih menyerupai' benda aslinya (terutama untuk pelukis naturalis) kita hanya perlu 3 warna primer. Wiliam Newton dalam bukunya "Melukis Dengan Cat Air" menjelaskan bahwa kita hanya perlu 3 warna primer yaitu warna Biru french ultramarine, Merah terang & Kuning raw sienna

Jika kita membeli 1 box cat air yang terdiri dari 12 macam warna, biasanya hanya beberapa tube warna yang kita pakai untuk membuat lukisan naturalis jadi lebih baik belilah dalam bentuk satuan. Cat akrilik bisa juga dipakai untuk lukisan cat air, kita tinggal mengencerkannya saja. Warna lain yang perlu dimiliki yaitu : biru cerulean, biru winsor dan biru cobalt - merah kadmium - kuning kadmium, kuning lemon, burnt sienna, cokelat madder dan cokelat amber.

Warna sekunder seperti hijau dan ungu dengan mudah kita dapatkan dengan mencampur 2 warna primer tersebut, yaitu biru dan kuning menjadi hijau atau biru dan merah menjadi ungu. Warna hijau dengan berbagai perbandingan warna primer dan berbagai tingkat pengenceran sangat cocok untuk mewarnai pepohonan dan warna ungu pekat sampai ungu samar sangat cocok untuk membuat langit, cakrawala, bebatuan dan efek bayangan.

Berikut adalah hasil percobaan saya melukis pohon dan bebatuan sesuai dengan teori di atas :


Di lukisan kiri terlihat ada berbagai jenis pohon, pertama2 saya membuat sketsa pohon dengan pensil, kemudian mewarnai dedaunan dengan berbagai warna hijau dan orange (merah + kuning) dan tambahan warna cokelat amber dan burnt sienna untuk melukis batang pohon, perlakukan pohon yang rumit dengan membayangkan bentuk sederhana sebuah lolypop bercabang2. 

Di lukisan bebatuan, saya membuat sketsa pensil yang sangat sederhana berupa garis cakrawala ditambah tonjolan batu, perlakukan batu yang rumit sebagai tumpukan kubus yang bertumpuk untuk menegaskan bentuk dan pewarnaan. Warna langit berupa kuning yang bergradasi makin samar ke atas ditambah sapuan encer warna merah, batuan berupa biru french ultramarin yang berselang seling dengan warna ungu. 
  
Kemudian saya mencoba menggabungkan keduanya menjadi lukisan landscape seperti berikut :



Lukisan di atas diwarnai langitnya dahulu, yaitu warna biru cerulean encer, sisakan beberapa sapuan tipis dan kertas tanpa cat sama sekali untuk efek awan dan daerah di sekitar pohon. Kemudian buat perpaduan berbagai hijau pada warna laut, dilanjutkan dengan warna ungu dan biru pada bebatuan, baru kemudian mewarnai pohon dan rerumputan berwarna hijau, kuning, burnt/raw sienna dan amber, untuk sentuhan terakhir adalah burung2 laut berwarna cokelat madder. Jadi kesimpulannya warnai yang objek yang terlihat jauh dan berwarna samar kemudian bergerak ke objek yang semakin dekat dan berwarna pekat.

Saya masih amatir, tapi saya senang terus mencoba berbagai lukisan cat air dengan objek lain yang lebih sulit seperti deburan ombak, air terjun atau wajah manusia. Berikut adalah salah satu hasil lukisan saya mengikuti step by step intruksi dari buku William Newton :


Setiap lukisan adalah unik, tidak ada yang lebih benar dari yang lain. Tehnik yang sama, pewarnaan yang sama belum tentu menghasilkan lukisan yang identik. Setiap orang berhak menciptakan sesuatu lukisan sesuai dengan image-nya, jadi...........setiap orang adalah seniman!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar